NAS

(Network Attached Storage)



NAS (Network Attached Storage) yaitu sebuah piranti penyimpanan data dengan sistem operasi yang dikhususkan untuk melayani kebutuhan backup dan share data. NAS dapat di akses langsung melalui jaringan dengan protokol seperti TCP/IP . NAS ini dilengkapi dengan tempat penyimpanan berupa harddisk, memiliki perangkat lunak sendiri untuk pengelolaan dan bertugas untuk menyimpan/backup serta men-share file dalam sebuah jaringan.

Pada kantor Notaris dan PPAT, NAS dapat dijadikan sebagai pusat data (data centre).
(baca : Manajemen Data Kantor Notaris PPAT metode Client Server)
Dimana seluruh file data kantor notaris diletakkan pada NAS. Data tersebut dapat diakses oleh komputer client (komputer karyawan) dengan metode sharing data. Sehingga data dapat diakses dari komputer lain (client) dan ketika "save" data akan otomatis tersimpan pada NAS.

Kelebihan NAS:

  • Meningkatkan efisiensi kerja
  • Memudahkan pencarian data
  • Memudahkan pengelolaan data
  • Memudahkan backup data
  • Keamanan Data
  • Data bisa diakses dari tempat lain menggunakan koneksi internet.
  • Terdapat mode RAID yang berfungsi untuk keamanan data dari HARDISK RUSAK.
  • dll.
Dikarenakan seluruh data kantor dapat diakses dari komputer client, maka karyawan tidak terpaku harus menggunakan komputer di mejanya.

Jika komputer karyawan rusak, maka karyawan tersebut masih bisa bekerja dengan menggunakan komputer yang lain (selama tersambung dengan jaringan).
Misal : Karyawan A menggunakan komp. 1, Karyawan B menggunakan komp.2, jika komp. 1 rusak maka Karyawan A bisa menggunakan/meminjam komp. 2 (Karyawan B) dan sebaliknya atau menggunakan komputer lain yang tidak terpakai.
Jadi bisa dikatakan tidak ada alasan karyawan tidak bisa kerja karena komputernya yang biasa dipakai/di mejanya rusak.

Jika terjadi bencana, maka hanya perlu mengamankan komputer server saja (NAS).